Yang harus disiapkan untuk monetize iklan Admob

Yang harus disiapkan untuk monetize iklan Admob

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Hallo om pengguna Source Code Aliendroid, Sampai saai ini Admob masih menjadi pilihan utama dalam me monetize aplikasi mobile. Tapi dikarenakan kendala limits akun Admob akhirnya banyak pengembang aplikasi mulai mencari pengganti Admob seperti Facebook Audience Network, Mopub, Startapp, dll. Namun tetap saja para pengembang aplikasi masih mengharapkan Admob sebagai pilihan utama dan mencari cara untuk menghilangkan limits Admob.

Bagi Penulis yang telah main Adsense dari 2006 dan Admob dari awal 2014, limit akun seperti ini termasuk baru dan sepertinya belum ada kepastian penyebab limit (menurut panduan admob, limit terjadi karena invalid click), hanya saja penulis berspekulasi limits akun terjadi karena pihak admob ingin meminimalisir kecurangan publisher dalam penempatan iklan yang tidak mengikuti aturan. Atau jangan-jangan limits terjadi karena tidak ada pemasang iklan di aplikasi, jadi si mbah google buat aturan yang engga-engga. kayanya loh yah. Yah apapun alasan limits sebenarnya google telah memberikan beberapa petunjuk untuk mengatasinya. Berikut yang harus dilakukan jika ingin menggunakan iklan Admob, harap di cek di source code kalian.

1. Selalu update SDK Admob
Penulis sendiri sering melakukan update SDK Admob bersamaan dengan penambahan fitur aplikasi. Banyak alasan admob melakukan update sdk, seperti menambahkan keamaanan sdk, tipe iklan hingga fungsi matrix iklan. Semakin pintarnya para tuyuler bermain Admob, penulis yakin Admob pun terus menambahkan fitur matrix iklan untuk melakukan pelacakan iklan muncul di aplikasi yang di upload di playstore atau hanya dipasang di aplikasi boom klik.

Untuk mengupdate sdk admob, silahkan buka builde.gradle : module, sesuaikan dengan versi terbaru. 

build.gradle : module

dependencies {
implementation 'com.google.android.gms:play-services-ads:19.6.0'
}

Tambahkan Admob App Id di AndroidManifest.xml, code App Id wajib anda pasang jika menggunakan Sdk Admob dari versi 18.0.0 atau lebih.

AndroidManifest.xml

<meta-data
 
android:name="com.google.android.gms.ads.APPLICATION_ID"
 
android:value="ca-app-pub-3940256099942544~3347511713"/>

2. Memasang Inisialisasi Mobile Ads SDK
Pada sebagin source code yang penulis reskin, code Insialisasi banyak yang tidak dipasang. Padahal code ini berfungsi untuk melakukan inisial iklan admob terhadap aplikasi. Biasanya code ini dipasang pada activity pertama aplikasi, contohnya MainActivity.java. Coba cek source code kalian, apakah sudah dipasang?

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

   
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
       
super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView
(R.layout.activity_main);

       
MobileAds.initialize(this, new OnInitializationCompleteListener() {
           
@Override
           
public void onInitializationComplete(InitializationStatus initializationStatus) {
           
}
       
});

   
}
}
}

3. Pasang Dialog GDPR 
General Data Protection Regulation atau GDPR adalah peraturan perlindungan data pribadi wilayah Eropa, jadi jika aplikasi anda didistribusikan di negara-negara Uni Eropa maka saya sarankan untuk memasang GDPR. Tetapi jika aplikasi anda tidak di distribusikan di negara-negara eropa, maka pengaturan dialog GDPR tidak usah dipasang. Silahkan baca cara pemasangan GDPR di artikel berikut.

Harap diketahui, jika anda memasang Sdk GDPR terbaru dengan Sdk Admob terbaru artinya Admob App ID wajib terpasang di AndroidManifest.xml, karena jika tidak ditempatkan di androidmanifest maka dialog GDPR tidak akan muncul bahkan aplikasi akan force close. Yang artinya jika anda tipe pemain dengan menyimpan iklan di hosting/server dengan konsep remot ads maka hal ini tidak bisa dilakukan, mau tidak mau anda harus memilih salah satu. Menggunakan Sdk Admob dan Sdk GDPR lama, atau tetap menggunakan Sdk Admob yang baru dengan sdk Gdpr yang lama/tanpa menggunakan GDPR. 

Jika pilihan anda adalah tetap menggunakan Sdk Admob yang baru tanpa menggunakan Sdk Gdpr, dan iklan mau anda remot dari server maka anda wajib menambahkan code Ads Manager dan hapus code admob app id yang ada di AndroidManifet.xml.

<meta-data
android:name="com.google.android.gms.ads.AD_MANAGER_APP"
android:value="true" />

<meta-data
 
android:name="com.google.android.gms.ads.APPLICATION_ID"
 
android:value="ca-app-pub-3940256099942544~3347511713"/>

4. Mengatur Rating Konten Iklan
Pada kasus ini, penulis mengaturnya berdasarkan rating aplikasi. Misalnya jika aplikasi anda ditujukan untuk keluarga atau anak-anak maka gunakan filter Audiens Umum. Dan jika aplikasi anda ditujukan untuk pengguna di atas 18+ maka bisa menggunakan Audiens Dewasa. Dengan melakukan filter iklan berdasarkan rating aplikasi, maka konten iklan akan disajikan berdasarkan pengguna. Dan yang paling penting, apapun pilihan yang disesuaikan dengan rating aplikasi maka akan mempengaruhi jumlah pendapatan.

5. Menyiapkan app-ads.txt
App-ads.txt ditujukan untuk melindungi aplikasi dari penipuan iklan, dengan memasang app-ads.txt artinya memberikan informasi siapa saja yang berhak untuk menjual invertaris aplikasi anda (Admob, Fan, Mopub, dll), app-ads.txt bukanlah format baku untuk admob, tetapi untuk seluruh penyedia iklan baik itu mobile maupun website. Untuk menambahkan app-ads.txt cukup anda upload berupa file text ke domain anda, contoh https://aliendro.id/app-ads.txt, dan tunggu hingga google melakukan penelusuran secara otomatis. Selalu cek app-ads.txt yang ada di menu Aplication - view all aplication - App-Ads.txt

6. Hubungkan Link App dengan Admob
Menghubungkan link app dengan id admob per app sangatlah dianjurkan. Memang tidak ada keterangan wajib, tetapi apa salahnya kita mengisi semua input yang memang diperlukan untuk memasang iklan Admob. Jika selama ini kalian hanya membuat unit iklan untuk banyak aplikasi, saya lebih menyarankan tinggalkan hal-hal seperti itu. Mulailah dengan melakukan konfigurasi yang disarankan oleh Admob jika ingin tetap dapur ngebul.

7. Penerapan Iklan Sesuai Panduan
Bagi penulis, penerapan iklan admob itu terlalu cepat berubah aturan (dan sering berubah-rubah). Yang awalnya bisa dan aman karena sudah sesuai mengikuti guide lama, tiba-tiba saat berjalan (saat ini) aturan tersebut tidak lagi berlaku. Untuk itu sering-seringlah meninjau pengaturan iklan Admob.

8. Transparansi Seller.json
Sesuai pengertian admob, Sellers.json adalah standar IAB Tech Lab yang meningkatkan transparansi dalam ekosistem iklan dan membantu memerangi penipuan. Anda dapat memilih apakah nama bisnis atau nama pribadi Anda (bergantung pada jenis akun) dan domain (jika ada) muncul atau tidak di file Google sellers.json. Untuk membantu pembeli iklan memverifikasi inventaris Anda, sebaiknya jagalah agar informasi Anda tetap transparan. Jika ditetapkan ke rahasia, nama bisnis dan ID penayang Anda tidak akan muncul di file penjual.json. Hal ini dapat memengaruhi pendapatan iklan Anda.

9. Pasang Code CCPA
California Consumer Privacy Act (CCPA) Undang-undang yang bertujuan memastikan pelanggan di California memiliki hak privasi pada level tertentu.  Jadi jika aplikasi anda menargetkan negara tersebut maka wajib menambahkan code Google RDP (Restricted Data Processing) tepat dibawah code inisialisasi SDK Admob

MainActivity.java

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

   
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
       
super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView
(R.layout.activity_main);

       
MobileAds.initialize(this,newOnInitializationCompleteListener(){
@Override
publicvoid onInitializationComplete(InitializationStatus initializationStatus){
}
});
        Bundle networkExtrasBundle = new Bundle();
networkExtrasBundle
.putInt("rdp", 1);
AdRequest request = new AdRequest.Builder()
 
.addNetworkExtrasBundle(AdMobAdapter.class, networkExtrasBundle)
 
.build();

   
}
}
}

10. Hapus Unit ID 
Menghapus unit ID harus anda lakukan jika aplikasi di suspend atau di unpublish baik oleh google ataupun sendiri. Karena jika Unit ID masih hidup sedangkan app sudah disuspen maka akan terjadi invalid click (asumsi penulis).

11. Menambah Test Devices
Menambah Advertising ID/IDFA bisa menjadi salah satu solusi terhindar dari klik tidak sengaja saat pengujian aplikasi.  Jika pembaca nemanbahkan ID tersebut maka iklan yang tampil saat pengujian atau hasil download dari Playstore maka akan muncul Test Ads / bukan iklan asli.

Dari semua pengaturan 1-11, yang harus lebih diperhatikan adalah penempatan iklan yang harus mengikuti aturan-aturan terbaru. Bagian penempatan iklan sangat membutuhkan Trial, Try dan Eror yang harus dilakukan terus menerus. Semoga dengan apa yang penulis bagikan, para pembaca bisa cek satu per satu apa saja yang sudah dan belum terpasang. Semoga bermanfaat.