Monthly Archive February 2018

Alternatif admob yang paling bagus

Alternatif admob yang paling bagus – Masing hangat-hangatnya kasus banned iklan admob yang dialami oleh para publisher android indonesia [2018]. Lalu kenapa bisa terjadi seperti ini? Silahkan tanya sendiri pada diri sendiri! Tetapi menurut perkiraan penulis ini hanya aturan baru saja yang memang publisher indonesia harus mengikuti aturannya. Dan kebetulan sebagian aplikasi publisher indonesia dianggap tidak mengikuti aturan. [Maklum kadang males baca aturan].

Penulis sendiri pernah mengalami disable ads, tetapi bagi penulis dianggap sebagai pengingat takutnya ada rizki yang tidak boleh diambil karena tidak mengikuti aturan. Penulis sudah menikah dan mempunyai anak [Takut anak dan istri makan dari yang tidak berkah]. Dan Penulis mempunyai prinsip dalam mencari rizki:

  1. Janganlah mengakali segala sesuatu dalam bisnis.
  2. Biasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa.
  3. Cari yang benar bukan cari pembenaran.

Sebenarnya disable ads bisa melakukan banding, namun hasilnya belum tentu di accept kembali, tergantung dari perubahan pada aplikasi sudah mengikuti aturan atau belum. Masalahnya tidak semua aplikasi bisa sukses melakukan banding.

Pertanyaan dari penulis adalah, memangnya bermain aplikasi itu harus/hanya admob saja? [Tidak], ayolah kawan keluar dari kebiasaan, cari alternatif yang lain yang mungkin lebih bagus dari Admob. Memang ada? [Ada banyak]. Iklan itu bukan hanya dari google, jangan hanya lihat nama googlenya yang besar, Lihat itu potensi dari pesaingnya.

Selain menggunakan Admob, penulis menggunakan beberapa ads network sebagai pelengkap dalam aplikasi. Seperti yang diketahui banyak publisher, iklan admob hanya ada 4 [Banner, Interstitial, Natives ads dan Video Reward ads] dengan sistem PPC atau dibayar per klik. Padahal ada juga ads network yang menerapkan sistem iklan yang berbeda dengan format iklan yang banyak.

Sebagai contoh ads dari Baidu (Duapps), iklan di duapps ini sangatlah banyak, selain [Banner, Interstitial, Natives ads, dan Video Reward ads] juga terdapat berbagai jenis iklan yang menarik [Swipe ads, Weather ads, Offerwall ads dan Caller ads, Trigger ads].  Dari segi penghasialn juga lebih besar dari pada Admob [Pengalaman]. Lalu kenapa ads ini tidak dikenal? Kembali lagi pada kebiasaan sebagian publisher yang hanya melihat nama besar dari google, atau tidak adanya informasi jelas tentang duapps.

Bagi yang belum paham jenis iklan duapps, penulis coba jelaskan [tidak maksud menggurui]:

Swipe Ads : iklan yang muncul pada menu sistem operasi, jadi iklan akan tetap muncul meskipun aplikasi tidak digunakan.

Iklan berupa native dan membuat widget menu secara otomatis

Weather Ads: iklan yang muncul pada bagian notifikasi sistem operasi, iklan juga akan tetap muncul meski aplikasi tidak digunakan.

Notifikasi weather pada notification bar

Iklan akan muncul jika notifikasi weather di klik

Offerwall ads: adalalah bilah menu iklan yang muncul pada saat aplikasi di jalankan, iklan jenis ini bisa dijadikan halaman sendiri dengan berbagai pilihan iklan.

Tampilan iklan saat tab menu di klik

Trigger ads: adalah jenis iklan yang mungkin baru diperkenalkan, jenis iklan ini disesuaikan dengan tampilan menu aplikasi, Iklan ini berupa Interstitial yang disematkan seperti tombol/ikon [Sesuai keinginan].

Caller ads: Darinamanya juga sudah jelas, iklan akan muncul saat ada panggilan telepon masuk.

Iklan dari duapps sangatlah beda dan menarik, akan tetapi nama duapps yang belum dikenallah yang membuat publisher kurang yakin dengan performa pendapatan. Ditambah lagi kelemahan dari iklan ini sangatlah rumit untuk diterapkan [Sedikit harus paham pemrograman java] dan kurangnya tutorial pemasangan iklan. Namun dengan penghasilan yang Insya Allah lebih besar dari Admob membuat saya tetap mempertahankan duapps.

Satu lagi yang paling penting, daftar duapps tidak semudah daftar admob, karena aplikasi harus publish di playstore terlebih dahulu dan harus menunggu review oleh tim duapps.  Bagi rekan publisher yang ingin melihat contoh dan source code dari iklan duapps atau tertarik mengikuti iklan duapps sebagai pengganti admob silahkan email ke ryasahrial@aliendro.id , WA juga bisa atau melalui fanpage Aliendroid Atudio.

Silahkan Daftar ke Duapps. Semoga bermanfaat.

Tags, ,

Pasang iklan aplikasi murah di adword

Akhir-akhir ini banyak publisher yang mengeluh dengan harga iklan yang semakin menurun. BKP atau CPC-lah yang semakin terjun bebas, khususnya pemain app/web di Indonesia. Sebagian publisher merasa ini karena awal tahun dan pemasang iklan sedang persiapan momen tertentu. [Bisa Jadi].

Tetapi sebenarnya ada faktor lain yang menyebabkan harga iklan turun. Lalu apakah itu? Ya sudah pasti pemasang iklan yang berperan lebih besar. Seperti halnya publisher yang ingin mendapatkan BKP besar, para pemasang iklan juga ingin memasang iklan semurah mungkin.

Berarti ada teknik pasang iklan murah? Jawabannya tidak ada teknik pasti, yang ada hanya riset sederhana dengan try and error. Untuk bermain Adword dengan sistem CPI / pemasangan aplikasi ada beberapa cara agar iklan murah.

Ok, Sebelum mulai pertama-tama anggaplah bermain adword itu berdagang, modal sekecil mungkin dan untung sebesar mungkin. Tetapi ingat berdagang juga awalnya pasti butuh modal awal yang sangat besar.

Proses yang serius inimah, sebelum memasang iklan sangat disarankan menggunakan keyword planner untuk mendapatkan poin-poin yang nantinya akan membuat iklan menjadi murah. [Semua pasti sudah pada tahu cara risetnyakan] jadi tidak akan saya jelaskan takutnya menggurui [:D].

Gambar 1. Hasil riset menggunakan keyword planner dengan BID Rp. 300,-

Apakah setelah menggunakan keyword planner iklan akan murah? Tidak, ada hal lain yang harus dipahami seperti BID. Dll.

BID sangat menentukan iklan yang dipasang, dan ingat BID bukanlah harga pasti per install. BID hanya berperan sebagai penentu persaingan muncul tidaknya iklan dengan iklan yang lain. Singkatnya iklan dengan BID Rp 1000 akan kalah dengan BID Rp 2000, yang artinya iklan yang di pasang kecil kemungkinan muncul. Jika iklan tidak muncul tidak akan terjadi klik dan konversi.

Jika pemasang iklan berpikir untuk menaikan BID dari Rp 1000 ke Rp 3000, apakah iklan akan muncul? Jawabnnya sudah pasti bakalan muncul? Tetapi yang harus di pertanyakan, apakah iklan yang di pasang menghasilkan keuntungan $$$$ untuk aplikasi pemasang iklan? Atau malah jadi rugi? . Untuk itulah peran dari keyword planner. [penulis anggap semua sudah tahu]. Karena besar kecilnya BID agar tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal itu menggunakan keyword planner.

Apa saja yang membuat iklan menjadi rugi? Lihat contoh kasus dulu:

Iklan muncul dengan BID rendah [Hasil riset], tetapi masih rugi? Coba lihat bagian Klik apakah kliknya tinggi, jika iya berarti iklan yang mucul menarik untuk di klik. Tetapi kenapa masih rugi? Lanjut lihat bagian konversi pasti hasilnya kecil. Anggap saja klik 100 konversi hanya 1-5 ini sudah pasti RUGI BANDAR. Ini biasanya terjadi karena user sudah tidak tertarik untuk memsang/install aplikasi yang di iklankan, setelah melihat gambar/deskirpsi aplikasi.

Iklannya sih menarik untuk di klik, tetapi tampilan dan deskripsi aplikasi di playstore tidak menjanjikan. Jadi selain menguasai teknik keyword planner, penting juga membuat deskripsi dan gambar di aplikasi yang sangat menarik [Jangan asal jepret screen Shoot].

Gambar 2. Tampilan menarik

Gambar 3. Tampilan tidak menarik

Terlihat pada gambar 2 dan 3, gambar 2 lebih besar menghasilkan konversi/pemasangan iklan sangat tinggi karena deskripsi dan tampilan aplikasinya sangat menarik untuk di install, sedangkan gambar 3 meski kliknya tinggi konversinya pasti kecil. Sudah pasti karena user melihat tampilan/tangkapan layar aplikasi tidak menarik untuk di pasang.

Hasilnya iklan akan sangat mahal jika menghitung biaya per instalnya. Biaya perkliknya sudah pasti murah. Masalhnya yang dilihatkan bukan biaya murah per klik, tetapi biaya murah per install aplikasi. [Bener?].

Saya tutup saja materi kuliah I dengan tips sederhana bermain adword. Pemasangan iklan adword itu seperti mengirim pesawat antariksa, selain butuh riset. Juga butuh biaya besar untuk mendorong pesawat naik ke angkasa. Disinilah peran penting sebuah roket pendorong [BID], di awal peluncuran pesawat butuh roket yang sangat besar begitu juga dengan aplikasi baru, butuh BID yang sangat tinggi di awal pemasangan iklan.

Gambr 4. Ilustrasi BID

Setelah pesawat mencapai atmosfir bumi biasanya roket akan dilepas karena sudah tidak membutuhkan tenaga ekstra, begitu juga dengan iklan aplikasi, setelah aplikasi banyak yang download dan aplikasi masuk top new / trending maka saat itu-lah DIB diturunkan.

Awal pemasangan iklan biasanya BID 5x lebih besar dari BID selanjutnya. Penulis sendiri biasanya mengawali BID Rp 1000 (Geo. Indonesia), dan setelah apliaksi masuk top new/trending BID diturunkan menjadi 500 hingga 100 rupiah. Tahan iklan selama 2 minggu, jika selama itu aplikasi semakin banyak yang download maka saat itu iklan dilepas [Pesawatnya sudah keluar dari bumi]. Jika belum banyak yang download ada dua pilihan, tambah 2 minggu lagi atau ganti iklan karena ada kemungkinan iklan/aplikasi tidak menarik.

Rangkuman:

1.Tanpa keyword planner

BID Mahal => Impresi Tinggi

BID Murah => Impresi Rendah

2.Dengan keyword planner

BID Murah => Impresi Tinggi/Rendah

3.Tanpa keyword planner + Iklan tidak menarik

BID Mahal => Impresi Tinggi => Klik Kecil

BID Murah => Impresi Rendah => Klik Kecil

4.Dengan keyword planner + Iklan menarikBID Murah => Impresi Rendah/Tinggi => Klik Tinggi

5.Tanpa keyword planner + Iklan tidak menarik + Deskripsi/Gambar tidak menarik

BID Mahal => Impresi Tinggi => Klik Kecil = Konversi Rendah [RUGI]

BID Murah => Impresi Rendah => Klik Kecil = Konversi Rendah [RUGI]

6.Dengan keyword planner + Iklan menarik + Deskripsi/Gambar menarik

BID Murah => Impresi Rendah/Tinggi => Klik Tinggi = Konversi Tinggi [UNTUNG]

Dan mungkin pembaca kecewa, dimana letak riset BID nya? Insya Allah saya bahas di tulisan selanjutnya.

 

Tags,